Empat perintah Git yang paling sering ditemui pemula adalah git add, git commit, git push, dan git pull.
Keempatnya bekerja pada tahap yang berbeda. Memahami perbedaannya akan mencegah banyak kebingungan saat menggunakan Git.
Gambaran Alur Git
Working Directory
↓ git add
Staging Area
↓ git commit
Repository Lokal
↓ git push
Repository Remote
Sedangkan git pull digunakan untuk mengambil perubahan dari remote ke repository lokal dan mengintegrasikannya sesuai konfigurasi.
Apa Itu Working Directory?
Working directory adalah file project yang sedang kita edit.
Misalnya:
index.html
style.css
script.js
Ketika salah satu file berubah, Git dapat mendeteksi perubahan tersebut.
git status
Sebelum melakukan apa pun, biasakan menjalankan:
git status
Perintah ini menunjukkan branch aktif, file berubah, file staged, dan informasi status lainnya.
Apa Itu git add?
git add memasukkan perubahan ke staging area.
Contoh satu file:
git add index.html
Semua perubahan pada folder kerja:
git add .
Jangan menggunakan git add . secara otomatis tanpa memeriksa file yang berubah.
Apa Itu Staging Area?
Staging area adalah tempat memilih perubahan yang akan masuk commit berikutnya.
Misalnya kamu mengubah tiga file tetapi hanya ingin commit dua file. Stage hanya dua file tersebut.
Membatalkan Stage
Jika salah memasukkan file ke staging area, Git menyediakan cara untuk mengeluarkannya dari staging tanpa harus menghapus perubahan file.
Salah satu bentuk umum pada Git modern:
git restore --staged nama-file
Periksa git status setelahnya.
Apa Itu git commit?
git commit menyimpan snapshot dari perubahan yang sudah berada di staging area ke repository lokal.
git commit -m "Tambah halaman kontak"
Pesan Commit yang Baik
Pesan commit sebaiknya menjelaskan perubahan.
Kurang jelas:
git commit -m "update"
Lebih informatif:
git commit -m "Perbaiki navigasi mobile"
Commit Tidak Sama dengan Push
Commit hanya menyimpan perubahan di repository lokal.
Project belum otomatis dikirim ke GitHub sampai kita menjalankan push.
Apa Itu git push?
git push mengirim commit lokal ke remote repository.
git push
Pada push pertama branch baru, kita mungkin menggunakan:
git push -u origin main
Apa Itu origin?
origin adalah nama remote yang sangat umum digunakan.
Periksa remote:
git remote -v
Apa Itu git pull?
git pull mengambil perubahan dari remote lalu mengintegrasikannya ke branch lokal.
git pull
Pull biasanya digunakan sebelum melanjutkan pekerjaan jika ada kemungkinan remote sudah berubah.
Bedanya git fetch dan git pull
git fetch mengambil informasi dan commit dari remote tanpa langsung menggabungkannya ke working branch.
git pull pada dasarnya mengambil perubahan remote lalu mengintegrasikannya sesuai strategi Git yang digunakan.
Pemahaman ini berguna saat ingin meninjau perubahan sebelum menggabungkannya.
Contoh Workflow Harian
git status
git pull
# edit file
git status
git add index.html style.css
git commit -m "Perbaiki hero homepage"
git push
Urutan sebenarnya dapat berbeda tergantung workflow tim dan branch yang digunakan.
Conflict Saat Pull
Conflict dapat terjadi ketika Git tidak dapat menentukan cara menggabungkan perubahan lokal dan remote secara otomatis.
Git akan menandai file yang conflict.
Jangan panik dan jangan langsung menghapus repository. Buka file conflict, pahami kedua perubahan, pilih hasil yang benar, lalu stage dan commit penyelesaiannya.
Contoh Marker Conflict
<<<<<<< HEAD
Versi lokal
=======
Versi remote
>>>>>>> branch
Marker ini harus diselesaikan sebelum file dianggap final.
Jangan Force Push Tanpa Memahami Dampaknya
Force push dapat menulis ulang history remote.
Pada repository bersama, tindakan ini dapat menghapus atau membuat commit orang lain sulit diakses.
Gunakan hanya ketika benar-benar memahami history dan aturan repository.
Melihat Commit
git log --oneline
Gunakan untuk melihat riwayat commit secara ringkas.
Melihat Perubahan Belum Di-stage
git diff
Melihat Perubahan yang Sudah Di-stage
git diff --staged
Perintah ini sangat berguna sebelum commit.
Kesalahan Umum Pemula
- Mengira
git addberarti upload ke GitHub. - Mengira commit langsung online.
- Push ke branch yang salah.
- Pull tanpa melihat perubahan lokal.
- Menggunakan force push untuk setiap error.
- Commit file rahasia.
Ringkasan Empat Perintah
git add
Memilih perubahan untuk commit
git commit
Menyimpan snapshot di repository lokal
git push
Mengirim commit lokal ke remote
git pull
Mengambil dan mengintegrasikan perubahan remote
Kesimpulan
Git menjadi jauh lebih mudah ketika kita memahami bahwa working directory, staging area, repository lokal, dan repository remote adalah tahap yang berbeda.
Biasakan menggunakan git status dan git diff sebelum commit atau push agar perubahan selalu diketahui.
Materi berikutnya adalah cara deploy website dari GitHub.
Artikel berikutnya untuk kamu
Belum ada rekomendasi lain.
Artikel berikutnya
Cara Upload Project ke GitHub dari VS Code untuk Pemula →