Setelah belajar membuat website menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, mungkin muncul pertanyaan: bagaimana caranya agar website tersebut bisa dibuka oleh orang lain melalui internet?
Untuk membuat website dapat diakses secara online, ada dua istilah penting yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu hosting dan domain.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan.
Dalam artikel ini kita akan membahas apa itu hosting, apa itu domain, perbedaan keduanya, dan bagaimana keduanya bekerja ketika seseorang membuka sebuah website.
Apa Itu Hosting?
Hosting adalah tempat untuk menyimpan file dan data website agar dapat diakses melalui internet.
File website yang disimpan di hosting dapat berupa:
- File HTML.
- File CSS.
- File JavaScript.
- File PHP.
- Gambar.
- Video.
- Database.
- File lainnya yang dibutuhkan website.
Ketika kita membuat website di komputer, file tersebut biasanya hanya dapat dibuka dari komputer kita sendiri.
Agar orang lain dapat membukanya melalui internet, file tersebut perlu ditempatkan pada sebuah server yang terhubung ke internet.
Tempat penyimpanan di server inilah yang biasanya disebut hosting.
Analogi Sederhana Hosting
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan kamu ingin membuka sebuah toko.
Kamu membutuhkan sebuah tempat untuk menyimpan dan menampilkan semua barang yang akan dijual.
Dalam website, hosting dapat diibaratkan sebagai bangunan atau tempat toko tersebut berada.
Semua file website disimpan di dalam hosting.
Tanpa hosting, file website tidak memiliki tempat online yang dapat diakses oleh pengunjung melalui internet.
Apa Itu Domain?
Domain adalah alamat yang digunakan pengguna untuk mengakses sebuah website.
Contoh domain:
example.com
Contoh lainnya:
ahlingodink.xyz
Pengguna cukup mengetik nama domain tersebut di browser untuk membuka website.
Domain membuat alamat website lebih mudah diingat dibandingkan harus mengingat alamat server dalam bentuk angka.
Analogi Sederhana Domain
Jika hosting adalah bangunan tempat website berada, maka domain dapat diibaratkan sebagai alamat bangunan tersebut.
Misalnya sebuah toko memiliki bangunan dan alamat.
Bangunannya adalah tempat barang disimpan, sedangkan alamat digunakan orang lain untuk menemukan toko tersebut.
Konsepnya hampir sama dengan website:
- Hosting = tempat file website disimpan.
- Domain = alamat untuk mengakses website.
Apa Perbedaan Hosting dan Domain?
Hosting dan domain merupakan dua hal berbeda.
Hosting berhubungan dengan tempat penyimpanan website, sedangkan domain berhubungan dengan alamat website.
Secara sederhana:
Hosting = tempat website
Domain = alamat website
Misalnya sebuah website menggunakan domain:
namasaya.com
File seperti:
index.html
style.css
script.js
gambar.jpg
disimpan pada hosting.
Ketika seseorang membuka namasaya.com, domain akan mengarahkan pengunjung ke server tempat file website tersebut berada.
Apakah Website Bisa Berjalan Tanpa Domain?
Secara teknis, sebuah server dapat memiliki alamat yang bisa digunakan untuk mengakses layanan yang tersedia di dalamnya.
Namun, untuk website publik, domain membuat alamat jauh lebih mudah digunakan dan diingat.
Bandingkan alamat seperti:
192.0.2.10
dengan:
websitekamu.com
Nama domain jelas lebih mudah dikenali oleh pengguna.
Karena itu, website publik biasanya menggunakan domain.
Apakah Domain Bisa Digunakan Tanpa Hosting?
Domain sendiri hanyalah sebuah alamat.
Agar domain dapat menampilkan sebuah website, domain tersebut perlu diarahkan ke layanan atau server yang menyediakan konten website.
Jadi membeli domain saja belum berarti website langsung tersedia.
Kita masih membutuhkan tempat untuk menyimpan dan menjalankan website tersebut.
Bagaimana Hosting dan Domain Bekerja Bersama?
Ketika seseorang membuka sebuah website, proses sederhananya dapat digambarkan seperti berikut:
Pengguna
↓
Mengetik nama domain
↓
Browser mencari server tujuan
↓
Server hosting menerima permintaan
↓
Server mengirim file website
↓
Browser menampilkan website
Misalnya pengguna mengetik:
https://example.com
Browser akan mencari lokasi server yang berhubungan dengan domain tersebut.
Setelah menemukan servernya, browser meminta halaman website.
Server kemudian mengirimkan data yang diperlukan agar halaman dapat ditampilkan.
Apa Itu Server?
Server adalah komputer atau sistem yang menyediakan layanan dan data kepada perangkat lain melalui jaringan.
Pada website, server dapat menyimpan dan menjalankan berbagai hal seperti:
- File website.
- PHP.
- Database.
- Email.
- API.
- File pengguna.
Hosting pada dasarnya memberikan kita akses ke sebagian sumber daya server untuk menjalankan website.
Apa Itu DNS?
Ketika belajar domain, kamu juga akan sering menemukan istilah DNS.
DNS adalah singkatan dari Domain Name System.
DNS membantu menghubungkan nama domain dengan server yang menjadi tujuan domain tersebut.
Secara sederhana:
example.com
↓
DNS
↓
Server tujuan
Tanpa perlu memahami konfigurasi teknisnya terlebih dahulu, untuk pemula cukup pahami bahwa DNS membantu browser mengetahui ke mana sebuah domain harus diarahkan.
Apa Itu Alamat IP?
Perangkat dan server yang terhubung ke jaringan dapat menggunakan alamat IP sebagai alamat identifikasi.
Contoh format alamat IPv4:
192.0.2.10
Nama domain membantu pengguna mengakses website menggunakan nama yang lebih mudah diingat daripada alamat IP.
DNS kemudian membantu menghubungkan nama domain dengan tujuan yang sesuai.
Struktur Nama Domain
Perhatikan contoh berikut:
ahlingodink.xyz
Pada alamat tersebut:
ahlingodinkadalah nama domain..xyzadalah ekstensi domain atau top-level domain.
Ada banyak ekstensi domain yang tersedia.
Contohnya:
.com.net.org.id.co.id.xyz.dev
Pemilihan ekstensi dapat disesuaikan dengan nama, tujuan, dan kebutuhan website.
Apa Itu Subdomain?
Subdomain adalah bagian tambahan yang berada sebelum domain utama.
Contohnya:
blog.example.com
Pada contoh tersebut:
example.comadalah domain utama.blogadalah subdomain.
Subdomain dapat digunakan untuk memisahkan bagian tertentu dari sebuah website.
Contoh lainnya:
shop.example.com
admin.example.com
belajar.example.com
Apa Itu Shared Hosting?
Salah satu jenis hosting yang sering digunakan oleh pemula adalah shared hosting.
Pada shared hosting, beberapa website menggunakan sumber daya dari server yang sama.
Shared hosting biasanya cocok untuk:
- Website belajar.
- Blog.
- Website portfolio.
- Website perusahaan sederhana.
- Project pemula.
Salah satu kelebihannya adalah pengelolaannya relatif mudah karena penyedia hosting biasanya sudah menyediakan panel kontrol.
Apa Itu cPanel?
cPanel adalah salah satu panel kontrol hosting yang digunakan untuk mengelola berbagai bagian hosting melalui tampilan web.
Melalui cPanel, pengguna biasanya dapat melakukan hal seperti:
- Mengelola file website.
- Membuat database.
- Mengelola domain.
- Mengelola email.
- Mengatur SSL.
- Melihat penggunaan resource hosting.
Untuk pemula, cPanel mempermudah pengelolaan hosting karena banyak pengaturan dapat dilakukan tanpa menggunakan command line.
Apa Itu public_html?
Ketika menggunakan hosting berbasis cPanel, kamu mungkin akan menemukan folder bernama:
public_html
Folder tersebut umumnya digunakan sebagai lokasi file website utama yang dapat diakses melalui domain.
Misalnya kita mempunyai:
public_html/
├── index.html
├── style.css
└── script.js
Ketika domain dibuka, server dapat menampilkan file website yang berada pada lokasi web tersebut sesuai konfigurasi hosting.
Kita akan membahas public_html lebih khusus pada artikel berikutnya dalam seri hosting.
Apa Itu File index.html?
Untuk website HTML sederhana, file utama biasanya diberi nama:
index.html
Contoh struktur project:
website-saya/
├── index.html
├── style.css
├── script.js
└── gambar/
└── logo.png
Ketika project diupload ke hosting dengan struktur yang benar, file index.html dapat menjadi halaman awal website.
Contoh Alur Website dari Komputer Sampai Online
Misalnya kita sudah membuat website di komputer dengan struktur berikut:
project-website/
├── index.html
├── style.css
└── script.js
Agar website tersebut dapat diakses melalui internet, alurnya secara sederhana adalah:
- Membuat website di komputer.
- Memiliki hosting.
- Memiliki domain.
- Menghubungkan domain dengan hosting.
- Mengupload file website ke hosting.
- Membuka domain melalui browser.
Setelah semuanya dikonfigurasi dengan benar, website dapat diakses oleh pengguna melalui internet.
Hosting Gratis dan Hosting Berbayar
Saat belajar web development, kita mungkin menemukan layanan hosting gratis maupun berbayar.
Hosting gratis dapat berguna untuk latihan tertentu, tetapi biasanya memiliki batasan sesuai layanan yang digunakan.
Hosting berbayar umumnya menyediakan resource, fitur, dukungan, atau kontrol yang lebih sesuai untuk website yang ingin digunakan secara serius.
Untuk belajar, pilih layanan berdasarkan kebutuhan project, bukan hanya berdasarkan jumlah fitur yang ditawarkan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Hosting?
Untuk pemula, beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Jenis website yang akan dibuat.
- Kapasitas penyimpanan.
- Resource server.
- Dukungan PHP jika diperlukan.
- Dukungan database MySQL jika diperlukan.
- SSL.
- Backup.
- Panel pengelolaan.
- Dukungan teknis dari penyedia hosting.
Jika hanya ingin mengupload website HTML sederhana, kebutuhan hosting tentunya berbeda dengan aplikasi besar yang memiliki banyak pengguna dan database.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Domain?
Nama domain sebaiknya mudah dibaca dan mudah diingat.
Beberapa tips sederhana:
- Pilih nama yang tidak terlalu panjang.
- Gunakan nama yang relevan dengan website.
- Hindari penulisan yang terlalu rumit.
- Pilih ekstensi domain yang sesuai.
- Pastikan nama domain masih tersedia.
Nama domain juga dapat menjadi bagian dari identitas sebuah website atau brand.
Apakah Hosting dan Domain Harus Dibeli di Tempat yang Sama?
Tidak selalu.
Domain dan hosting dapat dikelola melalui layanan yang berbeda.
Yang penting adalah domain dikonfigurasi agar mengarah ke hosting yang digunakan.
Namun untuk pemula, menggunakan layanan yang menyediakan domain dan hosting dalam satu tempat terkadang dapat membuat pengelolaan lebih sederhana.
Apa Itu SSL dan HTTPS?
Ketika membuka website, kamu mungkin melihat alamat yang dimulai dengan:
https://
HTTPS digunakan untuk komunikasi web yang dilindungi dengan TLS.
Pada browser, website biasanya diakses seperti:
https://example.com
Sertifikat SSL/TLS menjadi bagian penting dalam penggunaan HTTPS.
Nantinya kita akan membahas pengaktifan HTTPS pada hosting secara khusus pada artikel berikutnya di cluster ini.
Domain Belum Langsung Aktif Setelah Diubah?
Ketika pengaturan DNS sebuah domain baru diubah, perubahan tersebut terkadang tidak terlihat secara bersamaan di semua tempat.
Ini karena informasi DNS dapat tersimpan sementara dalam cache dan membutuhkan waktu untuk diperbarui.
Karena itu, jika baru saja menghubungkan domain atau mengubah konfigurasi DNS, perubahan mungkin tidak langsung terlihat dari semua jaringan.
Hosting Bukan Sama dengan Website
Kesalahan yang cukup umum bagi pemula adalah menganggap hosting adalah website itu sendiri.
Padahal:
- Website adalah kumpulan halaman, file, dan fitur yang kita buat.
- Hosting adalah tempat website tersebut dijalankan atau disimpan agar dapat diakses melalui internet.
Contohnya file:
index.html
style.css
script.js
merupakan bagian dari website.
Hosting adalah tempat file-file tersebut ditempatkan agar bisa tersedia secara online.
Domain Bukan Sama dengan URL
Domain juga tidak selalu sama dengan keseluruhan URL.
Contoh domain:
example.com
Contoh URL:
https://example.com/artikel/belajar-html
URL dapat berisi protokol, domain, path, parameter, dan bagian lainnya.
Domain adalah salah satu bagian penting di dalam alamat tersebut.
Contoh Hosting dan Domain dalam Website Nyata
Misalnya kita mempunyai website bernama:
belajarkoding.com
Maka gambaran sederhananya:
Domain:
belajarkoding.com
Hosting:
server tempat file website disimpan
File website:
index.html
style.css
script.js
gambar/
dan file lainnya
Ketika pengguna membuka belajarkoding.com, browser menuju server yang dikaitkan dengan domain tersebut lalu meminta konten website.
Apa yang Dibutuhkan untuk Membuat Website Online?
Untuk website sederhana, gambaran umumnya adalah:
- Website yang sudah dibuat.
- Hosting atau layanan deployment.
- Domain jika ingin menggunakan alamat sendiri.
- Konfigurasi domain dan server.
- File website yang sudah diupload.
Setelah itu, lakukan pengujian untuk memastikan halaman dapat dibuka dengan benar.
Kesalahan Umum Pemula tentang Hosting dan Domain
1. Membeli Domain tetapi Belum Memiliki Tempat untuk Website
Domain hanya berfungsi sebagai alamat.
Kita masih membutuhkan layanan yang menyajikan konten website.
2. Sudah Memiliki Hosting tetapi Domain Belum Diarahkan
Jika konfigurasi domain belum benar, pengguna mungkin belum dapat membuka website menggunakan nama domain yang diinginkan.
3. File Website Diupload ke Folder yang Salah
Pada hosting tertentu, file website harus ditempatkan di document root yang sudah ditentukan.
Pada banyak konfigurasi cPanel, kita sering bekerja dengan folder seperti public_html.
4. File Halaman Utama Tidak Ada
Untuk website HTML sederhana, pastikan terdapat file halaman utama seperti:
index.html
dengan struktur project yang benar.
5. Menganggap Domain dan Hosting adalah Produk yang Sama
Ingat kembali:
Domain = alamat
Hosting = tempat website
Keduanya saling berhubungan tetapi memiliki fungsi berbeda.
Ringkasan Hosting dan Domain
Jika ingin mengingat konsepnya dengan cepat, gunakan gambaran berikut:
Website = isi rumah
Hosting = rumah
Domain = alamat rumah
DNS = membantu menemukan alamat tujuan
Analogi tersebut memang disederhanakan, tetapi cukup membantu untuk memahami konsep dasar sebelum masuk ke konfigurasi hosting yang lebih teknis.
Kesimpulan
Hosting dan domain merupakan dua komponen penting ketika ingin membuat website tersedia melalui internet.
Hosting digunakan sebagai tempat menyimpan atau menjalankan file dan data website.
Domain merupakan nama alamat yang digunakan pengguna untuk membuka website.
Hubungannya secara sederhana adalah:
Domain
↓
Mengarahkan pengguna ke server
↓
Hosting menyediakan website
↓
Browser menampilkan halaman
Setelah memahami perbedaan hosting dan domain, langkah berikutnya adalah memahami public_html, yaitu salah satu folder yang sangat sering ditemui ketika mengelola website melalui hosting cPanel.
Artikel berikutnya untuk kamu
Belum ada rekomendasi lain.
Artikel berikutnya
LocalStorage JavaScript untuk Menyimpan Data di Browser →