Setelah website berhasil online, langkah penting berikutnya adalah memastikan website dapat diakses melalui HTTPS.
HTTPS membantu melindungi komunikasi antara browser pengguna dan server dengan enkripsi TLS. Untuk mengaktifkannya, domain membutuhkan sertifikat yang valid.
Pada banyak hosting cPanel, sertifikat dapat tersedia melalui fitur SSL/TLS atau AutoSSL.
Apa Itu HTTPS?
HTTPS adalah versi HTTP yang menggunakan koneksi terenkripsi.
Alamat website HTTPS terlihat seperti:
https://example.com
sedangkan tanpa HTTPS:
http://example.com
Apa Itu SSL/TLS?
Istilah SSL masih sering digunakan dalam panel hosting, meskipun teknologi modern menggunakan TLS.
Sertifikat TLS membantu browser memverifikasi identitas domain dan membangun koneksi terenkripsi dengan server.
1. Pastikan Domain Sudah Mengarah ke Hosting
Sebelum menerbitkan sertifikat, pastikan domain sudah menggunakan DNS yang benar dan dapat mengarah ke server hosting.
Jika domain masih mengarah ke server lama atau konfigurasi DNS belum benar, proses validasi sertifikat dapat gagal.
2. Login ke cPanel
Masuk ke cPanel kemudian cari menu yang berkaitan dengan:
- SSL/TLS.
- SSL/TLS Status.
- AutoSSL.
- Security.
Nama menu dapat berbeda tergantung versi cPanel dan konfigurasi penyedia hosting.
3. Periksa Status Sertifikat
Pada halaman SSL/TLS Status, periksa apakah domain utama dan subdomain yang diperlukan sudah memiliki sertifikat valid.
Jika hosting mendukung AutoSSL, sistem dapat mencoba menerbitkan dan memperbarui sertifikat secara otomatis.
4. Jalankan AutoSSL Jika Tersedia
Beberapa hosting menyediakan tombol untuk menjalankan AutoSSL secara manual.
Pilih domain yang memang perlu dilindungi lalu jalankan proses sesuai petunjuk panel.
Tunggu sampai proses selesai dan periksa apakah sertifikat berhasil dipasang.
5. Uji HTTPS
Setelah sertifikat aktif, buka:
https://domainkamu.com
Jika halaman dapat dibuka tanpa peringatan sertifikat, HTTPS dasar sudah bekerja.
HTTP Masih Bisa Dibuka?
Memiliki sertifikat tidak selalu berarti semua request HTTP otomatis dialihkan ke HTTPS.
Jika ingin seluruh pengunjung menggunakan HTTPS, buat redirect dari HTTP ke HTTPS.
Beberapa cPanel menyediakan fitur Force HTTPS Redirect pada menu Domains.
Redirect HTTPS dengan .htaccess
Jika server menggunakan Apache dan konfigurasi mengizinkan .htaccess, redirect juga dapat dibuat melalui file tersebut.
Contoh umum:
RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} !=on
RewriteRule ^ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]
Sebelum mengubah .htaccess, buat backup file terlebih dahulu. Konfigurasi server dapat berbeda, terutama jika website berada di balik proxy atau CDN.
Jangan Paksa HTTPS Sebelum Sertifikat Aktif
Jika redirect HTTPS dipasang saat sertifikat belum valid, pengguna justru akan diarahkan ke halaman yang menghasilkan peringatan keamanan.
Urutan yang aman:
Domain mengarah dengan benar
↓
Sertifikat aktif
↓
Tes HTTPS
↓
Aktifkan redirect HTTP → HTTPS
Apa Itu Mixed Content?
Mixed content terjadi ketika halaman dibuka melalui HTTPS tetapi masih memuat resource tertentu melalui HTTP.
Contohnya:
<img src="http://example.com/images/logo.webp">
Jika halaman menggunakan HTTPS, sebaiknya resource internal juga dipanggil melalui HTTPS atau menggunakan path relatif yang benar.
Contoh:
<img src="/images/logo.webp">
Gejala Mixed Content
Beberapa gejala yang dapat terlihat:
- Browser menampilkan peringatan.
- Gambar atau script tertentu tidak dimuat.
- Fitur JavaScript tidak berjalan karena resource diblokir.
Buka Developer Tools dan periksa Console untuk melihat resource yang masih dipanggil melalui HTTP.
Perbarui URL Internal
Jika website memiliki URL absolut yang masih memakai http://, ubah menjadi HTTPS jika resource tersebut memang mendukungnya.
Untuk link internal, penggunaan path relatif sering membuat perpindahan protokol lebih mudah.
HTTPS dan Form
Form login, pendaftaran, atau input pengguna sebaiknya dikirim melalui koneksi HTTPS.
HTTPS membantu melindungi data selama perjalanan antara browser dan server, tetapi tidak menggantikan keamanan aplikasi seperti validasi input, session yang aman, dan penyimpanan password yang benar.
Subdomain Perlu Sertifikat?
Jika subdomain digunakan melalui HTTPS, sertifikat harus mencakup nama host tersebut.
Contoh:
example.com
www.example.com
blog.example.com
Pastikan hostname yang benar tercakup oleh sertifikat yang dipasang.
HTTPS Tidak Berfungsi Setelah DNS Dipindahkan
Jika domain baru dipindahkan ke server lain, sertifikat di server lama tidak otomatis tersedia di server baru.
Periksa kembali AutoSSL atau pemasangan sertifikat pada hosting tujuan.
Error Sertifikat Tidak Cocok dengan Domain
Peringatan nama domain dapat terjadi jika sertifikat tidak mencakup hostname yang sedang dibuka.
Contohnya sertifikat hanya mencakup:
example.com
sementara pengguna membuka hostname lain yang tidak tercakup.
Pastikan konfigurasi sertifikat sesuai domain dan subdomain yang digunakan.
Sertifikat Kedaluwarsa
Sertifikat memiliki masa berlaku.
Jika menggunakan AutoSSL, proses pembaruan biasanya ditangani otomatis oleh hosting. Namun tetap periksa jika browser mulai menunjukkan peringatan sertifikat.
HTTPS dan SEO
Website sebaiknya memiliki satu versi URL utama yang konsisten.
Jika versi HTTP dialihkan ke HTTPS, pastikan canonical URL, sitemap, dan internal link juga konsisten menggunakan versi yang diinginkan.
Checklist Setelah Mengaktifkan HTTPS
https://domainkamu.comdapat dibuka.- Sertifikat sesuai dengan domain.
- HTTP dialihkan ke HTTPS jika diinginkan.
- Tidak ada mixed content.
- Gambar, CSS, dan JavaScript tetap termuat.
- Form dan login bekerja.
- Sitemap dan canonical konsisten.
Kesalahan Umum Pemula
- Memasang redirect sebelum sertifikat aktif.
- Menganggap ikon HTTPS berarti aplikasi sudah sepenuhnya aman.
- Membiarkan URL asset menggunakan HTTP.
- Tidak memeriksa subdomain.
- Mengubah
.htaccesstanpa backup.
Kesimpulan
Mengaktifkan HTTPS pada website terdiri dari dua bagian utama: memasang sertifikat yang valid dan memastikan website benar-benar menggunakan HTTPS secara konsisten.
Setelah HTTPS aktif, periksa redirect, mixed content, URL internal, dan fungsi website secara menyeluruh.
Materi berikutnya akan membahas masalah yang sangat sering terjadi setelah deployment: website sudah diupload tetapi perubahan belum terlihat karena cache.
Artikel berikutnya untuk kamu
Belum ada rekomendasi lain.
Artikel berikutnya
Apa Itu public_html? Fungsi dan Cara Menggunakannya di cPanel →