PHP

Cara Menjalankan PHP di Hosting cPanel

Panduan pemula menjalankan file PHP di hosting cPanel, mulai dari membuat file PHP, memilih versi PHP, mengupload project, menguji phpinfo dengan aman, hingga troubleshooting error.

Setelah memahami apa itu PHP, sekarang kita akan menjalankan file PHP pada hosting berbasis cPanel.

Pada banyak shared hosting, PHP sudah tersedia sehingga kita tidak perlu menginstalnya sendiri. Kita cukup menempatkan file di document root yang benar dan memastikan versi PHP sesuai dengan project.

Persiapan

Untuk mengikuti artikel ini, siapkan:

  • Akun hosting dengan cPanel.
  • Domain atau subdomain yang mengarah ke hosting.
  • File PHP sederhana.

1. Buat File PHP Sederhana

Buat file:

index.php

Isi:

<?php
echo "PHP berhasil berjalan!";
?>

2. Buka File Manager

Login ke cPanel lalu buka File Manager.

Masuk ke document root domain yang akan digunakan. Untuk domain utama, pada banyak hosting lokasinya adalah public_html, tetapi domain lain dapat menggunakan folder berbeda.

3. Upload index.php

Upload file ke document root.

Contoh:

public_html/
└── index.php

Setelah upload selesai, buka domain melalui browser.

https://domainkamu.com

Jika muncul teks:

PHP berhasil berjalan!

berarti PHP sudah diproses oleh server.

Memilih Versi PHP

Project PHP dapat membutuhkan versi tertentu.

Di cPanel, pengaturan versi PHP dapat tersedia melalui menu seperti:

  • MultiPHP Manager.
  • Select PHP Version.
  • PHP Selector.

Nama menu tergantung penyedia hosting.

Jangan Memilih Versi Secara Acak

Gunakan versi PHP yang masih didukung oleh project dan hosting.

Jika project menggunakan library atau framework tertentu, periksa requirement versinya.

Mengganti versi PHP tanpa mengecek kompatibilitas dapat membuat website error.

Menguji Versi PHP

PHP menyediakan function:

phpversion()

Contoh:

<?php
echo PHP_VERSION;
?>

Ini cukup untuk melihat versi PHP tanpa menampilkan seluruh informasi konfigurasi server.

Tentang phpinfo()

phpinfo() menampilkan banyak detail mengenai konfigurasi PHP dan server.

<?php
phpinfo();
?>

Fungsi ini berguna untuk debugging, tetapi outputnya dapat mengungkap informasi lingkungan server. Jika digunakan untuk pengecekan sementara, hapus file tersebut setelah selesai dan jangan membiarkannya tersedia secara publik.

Menjalankan File PHP di Subfolder

Misalnya struktur:

public_html/
└── latihan/
    └── index.php

File dapat diakses melalui URL yang sesuai, misalnya:

https://domainkamu.com/latihan/

Menggabungkan HTML dan PHP

<?php
$judul = "Belajar PHP di cPanel";
?>

<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <title><?= htmlspecialchars($judul, ENT_QUOTES, "UTF-8") ?></title>
</head>
<body>

    <h1><?= htmlspecialchars($judul, ENT_QUOTES, "UTF-8") ?></h1>

</body>
</html>

PHP Menampilkan Source Code?

Jika browser justru menampilkan source PHP sebagai teks atau mengunduh file, berarti file tersebut tidak sedang diproses oleh PHP pada jalur tersebut.

Periksa:

  • Apakah hosting memang mendukung PHP.
  • Apakah ekstensi file benar-benar .php.
  • Apakah domain mengarah ke server yang tepat.
  • Apakah konfigurasi handler PHP bermasalah.

Jangan biarkan file PHP yang berisi informasi sensitif terekspos sebagai source.

Error 500 Setelah Upload PHP

Jika muncul 500 Internal Server Error:

  • Periksa syntax PHP.
  • Periksa error log hosting.
  • Periksa .htaccess.
  • Periksa versi PHP.
  • Periksa extension PHP yang dibutuhkan project.

Menampilkan Error Saat Development

Untuk lingkungan development, error PHP dapat membantu debugging. Pada website produksi, jangan menampilkan detail error sensitif kepada pengunjung.

Lebih baik gunakan logging server dan baca error log melalui cPanel.

Mencari Error Log di cPanel

Lokasi dan nama menu berbeda pada setiap hosting. Biasanya error dapat ditemukan melalui menu seperti Errors, Metrics, atau file log pada lokasi tertentu.

Gunakan timestamp error dan URL yang menyebabkan masalah untuk mempercepat pengecekan.

PHP Extension

Project tertentu dapat membutuhkan extension seperti:

  • PDO.
  • PDO MySQL.
  • mbstring.
  • curl.
  • openssl.

Jangan mengaktifkan extension tanpa kebutuhan. Periksa requirement aplikasi terlebih dahulu.

Membuat File config

Project dinamis biasanya memisahkan konfigurasi dari tampilan.

Contoh struktur:

public_html/
├── index.php
├── config/
│   └── database.php
└── includes/

File konfigurasi dapat berisi kredensial. Jangan pernah menampilkan isi file tersebut ke publik, memasukkannya ke screenshot, atau mengunggahnya ke repository publik.

Permission

Gunakan permission file dan folder yang wajar sesuai rekomendasi hosting.

Jangan menggunakan permission yang terlalu terbuka sebagai solusi permanen terhadap error.

index.html Mengalahkan index.php?

Jika terdapat beberapa file index dalam document root, urutan prioritas bergantung pada konfigurasi server.

Jika website seharusnya menggunakan index.php tetapi halaman lama masih tampil, periksa apakah index.html lama masih ada dan menjadi file yang lebih dulu disajikan.

Checklist Menjalankan PHP di cPanel

  • Domain mengarah ke hosting yang benar.
  • Document root sudah benar.
  • File menggunakan ekstensi .php.
  • Versi PHP sesuai project.
  • Extension yang diperlukan tersedia.
  • Error log diperiksa jika ada masalah.
  • File konfigurasi sensitif tidak terekspos.

Kesimpulan

Menjalankan PHP di cPanel pada dasarnya sederhana: tempatkan file PHP di document root, pastikan server menggunakan versi PHP yang sesuai, lalu akses file melalui domain.

Ketika terjadi error, gunakan log dan pemeriksaan terarah daripada mengubah banyak konfigurasi sekaligus.

Materi berikutnya adalah cara membuat koneksi PHP ke MySQL menggunakan PDO.

Topik: #cPanel #File Manager #Hosting PHP #PHP #PHP Pemula #Web Development

Artikel berikutnya

Website Tidak Berubah Setelah Upload? Cara Mengatasi Cache